Minggu, 25 Juni 2017

Bangkrut

*BANGKRUT

Jamaah facebook, twitter yang berbahagia. Ketahuilah, ada istilah bangkrut yang menarik sekali di dalam agama kita.

Apa itu “bangkrut”? Bukan bangkrut tak ada hepeng, nelangsa.
Melainkan adalah orang2 yg sebenarnya membawa pahala shalat, puasa, zakat, dll. Tapi karena dia suka sekali mencaci orang lain, berkata buruk ttg orang lain, menuduh, dll, akhirnya kelak saat hari perhitungan, untuk membayar tabiat buruk ini maka diambillah pahala kebaikannya, dibayarkan kepada orang yang dia jahati dulu. Apesnya, habis pahalanya diambil, tetap tidak sebanding, tidak terbayar, maka diambillah dosa-dosa orang yang dia jahati, diberikan ke dia sebagai gantinya. Bangkrut sudahlah dia, tidak punya pahala, malah ketimpaan dosa, minus seminus-minusnya timbangan dia.

Jamaah facebook wal twitteran yang dirahmati Allah. Berhati-hatilah dengan apa yang kita retweet, share, mention, dll di media sosial ini. Betul, itu kadang sepele, tapi implikasinya bisa mengerikan.

Misal, kita lagi benci dengan si Agus, tiba2 ada tweet yang menulis, “Si Agus ternyata punya panu di pantat”. Saking bencinya kita, tanpa cek dan re-cek, kita ikutan retweet, share, maka kemana-mana sudahlah itu tulisan, “Si Agus ternyata punya panu di pantat”. Padahal itu bohong belaka. Kita memang bisa minta maaf, bisa. Juga bisa tobat. Tapi sekali dilepas tweet itu tadi, gaungnya terlanjur jauh sekali. Ribuan orang, puluhan ribu orang, bahkan jutaan orang terlanjur percaya soal panu di pantat si Agus. Yang kalau lihat si Agus, mereka bergumam, “ah, si Agus ini ada panunya, loh”. Tidak sesederhana maaf yang kita minta. Sungguh, maaf tidak bisa menganulir begitu sajakerusakan yang terjadi. Itu semua kelak akan diperhitungkan.

Jamaah facebook wal twitteran yang insya Allah semua bercita-cita masuk surga. Maka berhati-hatilah dengan apa yang kita lemparkan di media sosial ini. Karena boleh jadi, itu kelak akan membuat kita bangkrut. Daripada rese, penuh benci, perbanyaklah posting yang bermanfaat. Yang boleh jadi, menjadi jalan bagi kebaikan kelak. Hal-hal yang sekiranya tidak perlu dikomentari, mending didiamkan saja. Hal-hal yang belum jelas kebenarannya, belum tahu validitas faktanya, mending dilupakan saja.

Demikianlah. Akhirulkalam, sebagai klarifikasi ketahuilah, si Agus memang tidak ada panu di pantat-nya. Eh? Maaf, ngelantur. Tulisan ini serius sekali awalnya, saya nulisnya sambil deg-deg-deg-an introspeksi, jangan2 kita adalah bagian yang kelak akan bangkrut, maka jadilah contohnya begitu. Biar sedikit ringan. Semoga kalian tidak fokus soal panu-nya, melainkan fokus pada: NGERI menjadi orang2 yang bangkrut.

*Tere Liye

Kamis, 22 Juni 2017

MAnusia dan emosinya

copyright by Michelle Jonny

Emosi itu wajar, kita semua bisa marah.
Tapi kalau setelah marah, kita menyakiti perasaan orang yg kita begitu menyayangi kita, apa artinya?
Pernah saya berpacaran dengan seorang Hercules, yg awalnya sangat membela saya dan selalu melawan siapapun yg menjadi musuh saya.

Sampai suatu hari, saya memiliki pandangan bersebrangan dengannya. Ia mulai menghina status saya yg 'janda' dan mendiskreditkan saya seolah saya ini dipungut dari Tong Sampah dan dialah penyelamat saya. I can't believe that but it happened tho.

Tidak menunggu besok, saya segera memutuskan hubungan dengannya saat itu juga dan terus berjalan tanpa menoleh ke masa lalu kami. Saya memutuskan utk tidak berperang.
Tapi sebagai penghargaan saya atas jiwa dan raga ini, saya wajib melindungi diri saya sendiri. Dan membawanya jauh2 dari hal2 yg tidak menguntungkan. I'm not a tree, by the way.

Saya terlalu berharga utk dicaci maki.
Orangtua saya melahirkan saya lengkap tanpa kurang akal. Manusia seperti dia, tak ada gunanya dipertahankan, seberapa besarpun menggairahkannya kebersamaan kami. Dia tidak akan berubah dengan mudah, dan nampaknya buang2 waktu saja kalau harus berputar dalam siklus baikan - bertengkar yg selalu sama. 'Emang gue ga punya kerjaan?' Begitu pikirku.

Saya pernah melahirkan seorang anak, dan direnggut paksa. Meski berat, tapi toh hari ini saya baik2 saja.
Lepas dari dia, saya memantaskan diri utk hidup yg lebih baik. Perasaan yg senang itu bisa DICIPTAKAN.

Ada syarat utk merasa sedih: kamu tinggal membungkuk, menangis, jangan keluar kamar, dan kenang saja semua yg berjalan tak sesuai harapan, sesali itu, dan dengarlah lagu2 cengeng yg membuatmu CRAVING utk kembali bersamanya. Welcome to the living hell.

Sebaliknya, ada syarat utk merasa senang: jalan tegak, berdandan yg rapi, keluar, kemana saja, bantu orang2 yg membutuhkan, tersenyumlah setelah melakukannya, banyak2 tersenyum, banyak2 ngobrol, banyak bergaul, sadari kalau di yg menyakitimu hanya 1 dari jutaan orang, masih banyak yg baik dan penuh cinta. Rapikan tempat tidurmu, penuhi kamar dengan aroma dg aroma kesukaanmu, dan cintai dirimu sendiri. Do whatever makes you happy.
Welcome to the world..

Namun, bagaimanapun, saya selalu berpikir, selama dia manusia, pasti dia juga punya rasa cinta.
Hanya saya, mungkin dia tidak pernah merasakannya. Tidak pernah merasakan dimaafkan, dimengerti, tidak ada pengalaman yg menyenangkan dalam hidupnya.
Sedari kecil ia selalu disalahkan. Karena itu dia tidak tau caranya mengasihi.

Walaupun itu suami, istri, anak, saudara, kala EGONYA di trigger oleh rasa 'disudutkan' maka ia akan bereaksi menyalahkan orang lain.
People cannot be taught. Manusia itu tidak bisa diajari.
Tapi mereka lekas menyerap dan meniru apa yg dilakukan orang2 yg disukainya.

Cara termudah utk mempengaruhi orang lain adalah dengan membuktikan kalau apa yg kamu bicarakan, benar2 membawa kebahagiaan. Buat mereka melihat, mendengar, dan berpikir.
Orang yg kejam pun bisa jadi pemaaf bila dia meniru kedamaian seorang pertapa.
Pemakai narkoba pun bisa bertobat bila dia sudi utk meniru gaya hidup sehat seseorang yg disukainya sepenuh hati.

Saya juga adalah orang yg keras hati sejak lahir. Itu tidak aneh karena EMOSI lebih mudah diikuti daripada dikendalikan. Kesenangan lebih mudah dipenuhi daripada ditunda.
Sampai akhirnya saya menjadi sangat rendah dan harus menerima kebaikan orang lain utk terus bersekolah (lewat beasiswa)
Dan kesombongan saya runtuh setelah menerima sepiring nasi (selama berbulan) dari seorang PSK.
Kelicikan saya padam saat saya dimaafkan atas perbuatan saya yg jelas2 merugikan orang tsbt.
Kemalasan saya hilang saat saya mendapat penghargaan atas hasil karya saya.

Saya banyak belajar.
Saya saja, semakin diatur, semakin melawan.
Semakin ditekan, semakin berontak.
Kalau saya seperti itu, maka orang lain juga sama. Karena kita semua manusia.

Tidak mungkin dengan saya hina, dia bisa berubah jadi lebih baik.
Tidak mungkin dengan saya pukul, dia bisa mengerti.
Tidak mungkin dengan saya marahi, dia bisa jadi pintar.

As a woman, saya merasa ngga butuh Hercules utk menjadi jaminan kebahagiaan kita seumur hidup. Bila kita benar mencintai seseorang, kita harus membebaskannya. Walau jalan yg dia pilih adalah dengan meninggalkan kita. Menunjuk kesalahan tidak akan menyadarkan. Ia malah semakin mempertahankan kesalahannya itu.

Saat saya meninggalkannya, dia terus bertanya Apa salahnya? Mengapa saya ngga bisa memaafkannya?
Saya jawab, saya sudah memaafkanmu. Saya tidak marah.
Hanya saja, apa yg saya butuhkan, kamu tak punya. Dan apa yg kamu cari, aku tak ada.
Hubungan itu seharusnya saling mengisi, bukan saling mengoreksi.
Mungkin kamu berubah, tapi biarlah itu jadi rejeki org setelah saya. Karena waktu ngga nunggu saya. Semakin pahit hidup ini, semakin sulit saya menjalaninya. Toh saya bukan ibu kamu yg wajib hidup demi dirimu. Berkoban utkmu.

Saya juga punya keluarga yg memerlukan saya, ada seorang anak yg ketika dewasa akan bangga bila ibunya tidak salah pilih jalan. Bahagia.

Hercules harus ada di jaman perang. Peperangan memerlukannya.
Wanita lemah memerlukannya utk dilindungi, ditopang, dan dilindungi dalam sangkar.
Tapi seorang perempuan biasa seperti saya, cukup bahagia bila diberi ruang yg bebas dari kekerasan.
Dalam dunia saya, peperangan itu sudah selesai.
Kalau cuma untuk makan dan menjalani hidup, gak usah Hercules segala. Sendirian aja saya masih sanggup. Kaki tangan saya disuruh kerja 18 jam sehari, masih belum ngeluh kesemutan dan mereka tidak pernah memaki saya.

Finn.

pola hidup

Tidak sedikit dari teman, bahkan keluarga kita yang selalu mengeluh bahwa hidup mereka itu miskin dan susah.

Tapi waktu kita gali lebih dalam dan dengar cerita mereka... Kita biasanya terkejut 😨😨😮

Mereka bilang mereka Miskin dan Susah, tapi mereka baru ambil kredit mobil dan rumah.

Saya terkadang suka tepok jidat dan mengelus dada sendiri Sob (soalnya klo dada orang bisa ditabok sob 😅😂😂)

mereka kemudian bercerita bahwa sekarang ekonomi sulit dan susah, cicilan hutang dan tagihan serta kebutuhan hidup meningkat.

Terkadang kepingin nyeletuk " sebenarnya elu mampu cuman kadang maksain untuk gaya akhirnya sekarang susah" tapi takut ditabok dan di bilang bukan temen. Susah kan jadi gw sob? 😫

Bukan mereka aja sih, kita semua tentu menginginkan rumah baru, menginginkan mobil baru klo bisa bahkan istri baru (poligami) walau sebenarnya ga boleh 😅😅

Tapi cuman kita suka lupa kapasitas kemampuan pendapatan kita seperti apa? Memang benar sudah banyak sisa uangnya? Atau cuman masih asumsi " kayanya masih ada sisa duit lebih"

Dalam setiap pertemuan dan bernetworking saya menemukan banyak pola sukses mereka yang mirip yaitu mereka ga banyak gaya supaya terlihat kaya, karena mereka membeli karena sudah mampu dan kaya bukan maksa supaya terlihat kaya.

Dan tidak dikit kalau mendengar cerita lama mereka, banyak yang ga enak dan pahit sebelum manis.

Ibarat lagi minum teh itu gulanya masih dibawah belum diaduk rata dan mereka masih minum sepetnya teh bagian atasnya aja.

Beberapa Pola Kita suka jatuh akibat banyak gaya yaitu :

1. Punya Duit / Naik gaji minimal Hp ganti dan kredit yang baru.

2. Dapat rezeki nomplok sekali langsung ganti mobil / rumah padahal itu hoki bukan income rutin.

3. Suka gengsian dan malu sama tmn klo terlihat sederhana katanya cupu kgk updated.

4 gulung hutang sampe bangkrut akhirnya uda kelilit ga bisa hutang lagi dia taubat dia blg karna hutang dia sengsara bukan karna dia banyak gaya 😅😅😑

Tobat Sob 😁😁, dan ini jalur pola Taubatnya Sob.

1. Punya uang lebih coba belajar sedekah sisanya di tabung.

2. Jgn ganti hp klo emg kgk kepaksa dan uangnya di investasikan utk aset yg lbh menghasilkan uang.

3. Ga perlu gengsi dan malu sob. Mgkn skr terlihat bokek dan ga punya duit tapi percayalah ntar pasti ada saatnya Anda pakai sendal jepit swalaow celana pendek robek sama kaos oblomg aja di bilang dia orang kaya😎😎

4. Klo ga bisa beli mobil naek motor dl aja, klo perlu mobil bs uber, go car, grab car. Mobil tinggal plih, diksh supir ud kaya org kaya sob.

5. Banyak gaul sm networking sm org yg mindset dan mentalnya mau kaya bukan banyak gaya sob.

See you soon sob

Karena Akan Selalu Ada PENGALAMAN, Di Setiap PETUALANGAN....

Iwan Kenrianto

Bukan Motivator
Bukan Provokator
Cuman Pebisnis Yang Juga Pernah Tekor

logika dagang

Yakin Bisnis Itu yang penting punya Modal aja Sob?

Logika dagang :

uang 1 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 10 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 100 jt untuk apa ? jawab = modal
uang 300 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 500jt untuk apa ? jawab = modal
uang 1 Miliar untuk apa ? jawab = modal....
kalo 2 Miliar untuk apa ? jawab, modal juga ....
Modal disini adalah dalam artian cashflow, yg sudah bergerak.

kok sudah sebanyak itu selalu dijawab untuk modal kerja ?...
kapan beli rumah ? kapan beli mobil baru ? kapan liburan ? gak kebeli-beli donk rumah ?...

1. jangan terlalu cepat mengkonversi hasil usaha, ke dalam aset2 real, disaat sedang merangkak dari bawah, nikmati saja terus perbanyak barang dagangan, toko dibikin cabang, tambah lagi bisnis disektor lain, sebenernya kalau hanya ingin naik kendaraan mewah, anda sewa saja uber , kemana anda ingin tuju, tapi kalau menikmati mengolah cashflow uang, untuk dibikin bidang2 bisnis, itu baru asik, dan akhirnya seorang pengangguran berubah menjadi orang yang super sibuk, mengurus berbagai macam lini bisnisnya.

2. banyak sekali orang diluar sana yang kalau untuk urusan gadget, kendaraan, untuk niat nya biar gaya, itu nomor satu, tapi keluar modal untuk usaha yg akan di buatnya 10 juta saja, mikirnya bukan kepayang, sedangkan membeli handphone seharga 10 jt saja dibela2in kredit, ini adalah mindset kebalik, menurut saya, dalam logika dagang, modal dan terus memperbesar cashflow lah yg menjadi prioritas, sembari terus bertahan , dan mengembangkan usaha di berbagai sektor.

3. bisnis itu semacam punya anak, bisnis pertama bisnis kedua , bisnis ketiga, jika bisnis pertama cukup untuk membiayai hidup anda setiap bulan, atau bahkan cukup untuk membiayai hidup anda setiap tahun, maka bisnis nomor 2 adalah untuk hal yang lainnya, dengan begitulah banyak pedagang itu nabung secara gak sadar, karena bisnis 1 , dan bisnis 2, dimana bisnis 1 untuk operasional rumah tangga, bisnis nomor 2, untuk ditabung, atau untuk membuka bisnis ke 3, yang penting kalau bisnisnya sudah ada 5 macam, jangan untuk istri ke dua dan istri ke tiga, istri maksimal 1.

4. jika anda mengelola bisnis dengan baik, dan sudah berjalan dengan lama, uang 200 juta, bisa untuk penghasilan anda 10juta - 30 juta setiap bulannya, ditambah lagi, anda ditahun ke 3, uang 200 jt tersebut sudah kembali ketangan anda, untuk di bikin kan bisnis lainnya, disana lah orang mulai melihat anda sibuk,

5. inti dari bisnis adalah melayani, pelayanan, serta share, sehingga orang lain rela mengeluarkan uang untuk membayar jasa/ produk anda, disanalah sudah sewajarnya apabila anda lihat gedung2 tinggi di sudirman jakarta, ya mereka itu mempunyai services, core, organisasi, yang membuat orang memakai jasa mereka, membeli produk mereka, kunci nya adalah jual dan beli, lalu broker, hanya 3 itu saja.

6. kekuatan modal finansial yang tidak di dukung dengan keputusan yg jernih, serta support sdm didalamnya yang baik, dan management yg baik, hanya akan merusak dan memperkecil modal, alias modal bisa menyusut, so ? kalau anda melihat orang yg sudah berdagang, lama, dan akhirnya besar, bisa jadi karena pinjaman bank, suntikan dana , namun bisa jadi karena, dia mengelola bisnsi dan usahanya dengan baik, karena modal akan bertambah dengan sendirinya, seiring dengan profit yang disisihkan untuk di putar ke roda gila cashflow, percuma saja ditanam modal 1 milyar rupiah, ketika dikelola dengan buruk, bisa-bisa di balikin, tinggal bersisa 10 jt, namun lain hal dengan orang yg memulai dengan baik usaha di modal 10jt, bisa jadi 3-5 tahun berjalan sudah di angka 500jt bahkan lebih, karena pengelolaannya sangat baik. so apa yang anda pikirkan dengan usaha anda sekarang? .. membuat bola salju dari sisi cashflow adalah sangat penting dan erat kaitannya dengan pelayanan serta service.

7. banyak orang yg sdh berpengalaman dagang, dengan uang 10 jt mereka bisa ciptakan 2 jt setiap bulan, alias dengan cashflow 100 jt pun 20jt setiap bulan didapat, dan seterusnya, untuk itu lah apabila anda depositokan uang 1M anda di bank, itu hanya dapat sekitar 4 juta rupiah tiap bulan, uang anda tidak ada artinya di depositokan, . . dari sini lah orang mulai berusaha mencari akal, mengutak atik, cara-cara agar bisa jauh diatas angka deposito, apakah nama cara itu ? nama caranya , berdagang / berwiraswasta / berusaha , jadi mengusahakan yang belum ada.

8. Kesaktian-kesaktian roda usaha dan roda bisnis, perusahaan perusahaan besar, yang membuat lulusan S1 FG, menyerah dan langsung meng-apply job ke perusahaan multinasional, sebegitu mengerikannya idealisme dibunuh atau terbunuh , dan langsung menyerah, ya memang begitu, realistis dan cepat, dan ingat, itu lah saktinya modal yang unlimited, namun jika anda berusaha / berdagang , melihat kompetitor mempunyai cashflow dan modal yg kuat, jangan patah semangat, hukum bola salju adalah, modal 10 jt pun akan jadi modal 100jt, jika anda mengelola dengan benar, tetapi sebaliknya jika anda tanamkan 100jt, itu akan menjadi 10 jt, cepat atau lambat, selama pengaturan sdm , management anda buruk, karena yang namanya gaji karyawan, sewa kantor, operasional, dan sebagainya itu semua di biayai dari ujung tombak perusahaan yaitu penjualan. kembali lagi semua itu kembali ke jual beli dan calo.

9. Sibuk melihat , menakar, mengira2, berapa modal saingan saya, itu akan sangat membantu saingan anda untuk mengalahkan anda, tanpa perlu berbuat apa-apa ke anda, karena anda terlalu sibuk dengan lihat lihat tetangga, dan anda tidak paham dengan hukum bola salju, dimana bola salju itu adalah sesuatu perjuangan keras, melawan waktu, melawan zaman, melawan semuanya, sehingga menjadi besar. ditambah pula anda memperlihatkan secara gamblang kelemahan mental anda, kepada kompetitor anda, kelemahan mental lebih mahal harganya ketimbang kelemahan anda kekurangan modal usaha, karena mental itu ibarat bahan bakar sekelas avtur pesawat, sementara kelemaham modal itu ibarat bahan bakar minyak tanah, perbandingannya. toh kalau posisinya langsung dibalik ke anda, pun bisa jadi bukan profit yang anda dapat malah hutang yg anda dapat di akhir, karena, perbekalan amunisi terlalu cepat, tidak sebanding dengan kemampuan managerial dan softskill anda berkembang. (bodoh) lebih tepatnya.

10. orang jualan koran bekas, bisa naik haji, orang jualan bubur buka dari jam 6 sampai jam 12 malam, bisa nyekolahin anaknya sampai keluar negri, orang jualan keripik pedas, cemilan dan kudapan, sekarang usaha properti dimana2, orang jualan bawang goreng, dimasukan kedalam toples plastik, sekarang pegang supply ke 2 hotel, orang jualan rak kayu dan aneka display, sekarang supply ke toko2 besar seperti gramedia, toyskingdom, toyscity, orang jualan ..... orang jualan ...... orang jualan ....... bla bla bla bla bla, semua kembali ke mengelolanya, memanagenya, dan lihat background bagaimana segempalan tangan bola salju yang pada saat awal bisnisnya sekarang sudah menjadi sebesar meteor yang sangat besar, kalau lah jualan kuaci tidak menguntungkan, maka anda tidak bisa menemukan kuaci2 di supermarket, mau merek cap gajah, bunga matahari, dan lainnya,
so, jualan apakah anda ?....

11. Seberapa kuat anda ingin sama persis dengan kompetitor anda ? memangnya anda mesin foto kopi ?, tanggal lahir, jam , tempat dibesarkan saja sudah beda, muka aja udah beda, bagaimana bisa anda mau tumpek blek copas sama persis ? setiap manusia punya otak, akal, fikiran, ide, kreatifitas, emosional, gagasan yang berbeda2, anda cukup ambil saja garis besar di bagian paling belakangnya, apakah itu ? cetak saja skor skor an uang nantinya berapa, tanpa perlu sama persis dengan kompetitor anda. semua ada jalan dan gaya masing2, satu2 nya orang yg bisa mengcopas persis sama seperti contohnya adalah si owner atau foundernya sendiri., bukan orang lain seperti anda.

12. ada tersirat 1 sukses mematikan 10 lainnya, adapula tersirat, 1 sukses , 10 yang lainnya ikut terbawa sukses, tentunya apabila tidak ada konflik interest yang beradu didalamnya, pakai saja cara anda masing-masing dalam memperbesar bola salju, karena hukum tersirat ini, memang benar ada tapi terkecuali untuk yang punya jalan dan pintar jeli mengambil celah di antara tembok, dinding yang tebal.

13. usaha / dagang yg hebat itu yg mampu bertahan dekade demi dekade, bukan dilihat dari apa yg sudah anda pamerkan ke orang2 dekat sekitar anda dari usaha anda. percuma anda pamer2 tetapi usaha anda dijadikan sapi perah untuk glamour dan gaya hidup anda. masih adakah usaha anda di 10 tahun kedepan ?

14. anda teriak modal kecil, gak bisa gerak, gk ada modal, gk ada modal, yakin ketika ada modal anda bisa seperti yang anda lihat ? , penambahan modal berarti penambahan workload, penambahan jam kerja, penambahan effort, penambahan kesibukan, penambahan pelanggan, penambahan setoran, penambahan aktifitas, urus saja aktifitas modal anda yg 10 jutaan itu dulu (contoh). semua melalui tahapan, proses tangga demi tangga.

15. jangan pernah anda melihat gaya konglomerat, / anak konglomerat / orang besar membuka bisnis, yang langsung menggeolontorkan dana ratusan juta , milyaran bahkan puluhan miyar hingga ratusan, mereka itu sudah punya softskill, pengalaman, serta jangan lupa, itu mungkin bisnis mereka yang ke 10, dan sudah di perhitungkan oleh risk management, dan di analisis feasible studinya, serta kalau amsiong pun ada 9 pelor lagi, buat anda yang masih lahiran anak bisnis 1, 2 , ya anda sendiri donk yang turun tangan perhitungkan semuanya, lagipula justru mereka itu sudah memperhitungkan menggelontorkan dana 10 milyar untuk jadi si bola salju itu 50 milyar atau lebih, makanya sampai bayar orang untuk memperhitungkan segala sesuatunya agar tidak salah, tetap saja intinya perkembangan, pertambahan, pertumbuhan, pembesaran. mereka punya kepentingan untuk menghitung sedetil mungkin agar tidak menyusut 1 mili meter pun ketika bola salju itu di jalankan.

16. inti dari pengusaha, wiraswasta, pedagang, itu hampir2 sama, sama2 mengusahakan yang belum ada menjadi ada, apakah itu yang belum ada menjadi ada ? yaa gak usah basa basi mencla mencle, jelas lah cashflow, putarn uang, didalam roda gila permainan usaha, bisnis, dagang, aktifitas jualbeli itu lah,
dulu main di awal 1 juta, sekarang bisa gak bertumbuh jadi main di 10 juta, dulu main di 10 juta, bisa gak sekarang jadi main di 100juta, sekarang main di 100 juta, bisa gak besok main di 500 juta ? ... nah kalau anda main 100 jt, anda ambil yang menjadi hak anda 10-20 juta, sah toh ? sahhhhhhh.... belum ada saya dengar pengusaha itu dulu main 100 juta, sekarang dia maunya main 10 juta, bahkan dulu main 100 jt, sekarang main 100 jt aja, si pengusaha udah stress karena itu menyalahi hukum bola salju. dalam artian usaha nya stagnan. kalau diawal anda main 10 juta, di akhir malah hutang 10 juta, anda ini sedang mengusahakan apa toh ?.

masih percayakah anda terhadap hukum bola salju ?

Hanya Anda yang bisa menjawab pertanyaan itu sendiri sob

See You soon

Iwan Kenrianto

Credit to my special Coach ade habibie

Tunda kesenangan

copyright by iwan kenrianto
Keith J. Cunningham Berkata "Salah Satu Sebab Utama Kegagalan Investasi adalah INSTANT GRATIFICATION"

dan Pak Tung Desem Waringin Menyelaraskan  Jangan Lupa untuk Menunda Kesenangan Anda agar Sukses Di Raih Bisa Lebih Cepat....

Dan Saya menyimpulkan Berdasarkan Pengalaman Pribadi saya dan juga Artikel Dari Sobat BOR terbaik saya Kang Dewa Eka Prayoga beberapa waktu lalu Beliau Menuliskan.

Kalau memang belum sanggup beli Mobil, nggak usah maksa Leasing. Udah motoran aja...

Kalau memang belum sanggup beli Rumah, nggak usah maksa KPR. Udah ngontrak aja...

Kalau memang belum sanggup beli Kantor, nggak usah maksa Ngutang. Udah sewa aja...

Jangan pusing dengan penilaian orang. Pusinglah dengan nasibmu di masa depan jika itu semua kamu lakukan.

Kebanyakan masalah terjadi bukan karena Kebutuhan yang sudah tercukupi, melainkan karena KEINGINAN YANG TERLALU TINGGI tapi tidak terbeli

Kuncinya adalah: SABAR.

Tunda kesenangan. Tunda kesenangan. Tunda kesenangan.

Gaya hidup mewah tidak menunjukkan bahwa hidup kita Kaya. Justru itu semua menunjukkan bahwa kita Banyak Gaya.

Bukankah agama menganjurkan kita untuk tidak hidup dalam bermewah-mewahan?

Udah. Santai saja. Jika saat ini apa yang menjadi keinginanmu belum tercapai, jangan dipaksakan.

Sabarlah. Dan berjuanglah untuk mendapatkan dengan penuh kesabaran dan pengorbanan. Jangan mau instan.

Dan ini yang telah saya lakukan Secara Pribadi Sob.

Today saya lebih banyak menggunakan Uber / Grab / Gojek untuk kendaraan pribadi / kerja saya.

Kemana uang saya investasikan? Ke bisnis Properti dan Bisnis Franchise yang bisa Autopilot tanpa Saya.

Beberapa Tips Tindakan Delaying Gratification (Menunda Kesenangan) yang disimpulkan :

1. Pengin Beli Mobil? Alihkan ke Investasi, jika Ingin Beli Mobil Disewakan agar lebih menghasilkan bukan di taruh di GARASI

2. Kepingin Beli Rumah/Kantor Lebih Besar ? Alihkan ke Investasi buat Kost-kostan atau Virtual Office daripada Kebesaran tapi ga kepakai kenapa ga menghasilkan Uang Aja?

3. Hobi Gadget Maniak selalu beli yang terbaru? Kenapa ga Coba jualan Gadget / di pakai sebagai Food Blogger kameranya atau dijadikan mesin uang dengan Bisnis Online Pakai Gadget Kesayanganmu...

4. Suka Nongkrong dan Hangout? Alihkan ke Investasi bisnis Networking / mungkin buat kongkow Bisnis Komunitas biar lebih enak nongkrongnya dan bisa menghasilkan uang bukan hambur karena Life Style Doank.

5. Klo Emang Belum Mampu Bayar Karyawan ga usah Bangga di panggil Bos sama Karyawan daripada Gaji Karyawan Nunggak, kerjain sendiri aja ga usah Gengsi Sob. saya juga ngerjain semuanya sendiri sampai 2 tahun pertama baru perlahan nambah team di gudang dan lainnya.

Ingat Kata Om Donald Trump :

Jika Anda terlahir MISKIN, itu bukan Salah Anda, Tetapi Kalau Anda Meninggal tetapi MISKIN, itu adalah Salah Anda"

Apalagi kalau ninggalin Hutang ke keluarga Sob, mendingan Ninggalin Harta Warisan aja Sob.

Karena Akan Selalu Ada PENGALAMAN, Di Setiap PETUALANGAN....

Iwan Kenrianto
Bukan Motivator
Bukan Provokator
Cuman Pebisnis Yang Juga Pernah Tekor

Mijond dan Aladin

copyright by Michelle Jonny

Aku punya adik yg sifatnya persis kayak Aladin. Pemimpi. Kayak punya karpet terbang. Punya pengikut setia (si Onel) dan selera perempuannya ngga nanggung2 - putri raja.

Menurutnya, alasan dia sangat suka bercerita kepadaku adalah karena aku selalu punya pikiran Out Of The Box yg membuat dia Feel Better.
Dan saat dia menghadapi masalah, aku berfungsi sebagai garansi 'it's okay' selain orangtuanya.
Dia juga senang karena bebas dari judgmental yg biasanya didengar dari para senior.
Intinya, aku selalu bisa dia andalkan. Mengetahui ternyata begitu cara dia memandang aku, aku jadi senang.
*mendadak nyadar, klo dia Aladin, aku ya si Jin Biru. Kan Monkeynya Onel 😂😂😂😂

Suatu hari, dia bertanya ke aku tentang kemewahan. Kenapa dengan penghasilanku segitu, hidupku biasa2 aja? -- heran dia --

Jawabku gampang, "Aku orangnya kagak ribet. Trus ngga merasa bahagia dengan memiliki sesuatu. Aku cenderung bahagia dengan melakukan sesuatu. Apalagi kalau sesuatu itu bisa hidup di ingatan orang lain.
Penghargaan banget buat aku. Artinya waktu hidupku ngga sia2.

Coba kalau aku misalnya punya rumah dan mobil mewah 3 biji, ya..
Belum bersihinnya, belum perawatan, belum bayar pajak, belum lagi klo dia rusak atau ketabrak.
Kalau rumah, tiap taun mesti di cat, mesti ada sirkulasi, ujan bisa bocor, gempa bisa retak.
Trus kalau aku lagi keluar kota, mesti mikirin itu mobil, mesti mikirin rumah.
Kan, beban?

Nilai mobil itu terus menurun walau awalnya aku suka setengah mati. Itu delusiku aja kalau dia keren, mewah, merasa kalau duduk di dalam aku eksklusif. Padahal?
Di dalam kerumunan masyarakat sedunia, siapa yg peduli dengan kepemilikan kita?
Malah kebanyakan lebih nunggu kebangkrutan atau kegagalan kita, kan?

Trus tiap taun muncul seri mobil baru. Tiap taun ada desain rumah bagus. Kalau diikuti, selain ga habis, itu jadi bikin kita dikontrol keadaan.
Nah, aku ini jiwa bebasnya tinggi banget. Ga suka ribet2.

Ke manusia beda.
Semakin kamu memiliki hubungan yg baik, semakin tinggi nilai hidupmu. Kayak kita gini. Kamu bisa andalkan aku, aku bisa andalkan kamu.
Coba kalau pikiranku cuma ke harta, trus waktuku diribetin ngurus semuanya, kan kamu ga bisa, donk, punya Jin Biru lagi kayak aku?"

Si adek manggut2 senyum2.

"Kalau kita tua dan mati, apa yg kamu kenang dari aku? Rumahku? Mobilku? Atau perbuatanku selama hidup kepada kamu? Toh apapun yg aku miliki, ahli warisnya bukan kamu. Tp kalau aku punya waktu sharing ilmu sama kamu. Suatu hari kamu sukses karena mempraktekannya, yg senang kan semua orang. Termasuk aku. Itu rumah sama mobil selain ga bikin hepi, kerjaanya nyusahin aja.

Enakan nyobain kamar hotel satu2, ada segala fasilitas, ada yg bersiin, ga usah peduli ada pembantu atau ngga. Klo mobil, sesuka aku lah hari ini mau Alphard? Sewa aja. Besok mau Mercy? Sewa aja.

Ada pepatah gini, nih... doyan sate kambing, ga usah piara kambingnya."

Sambil senyum2 dia jawab, "Mudah2an aku lekas sampai ke pikiran yg serba bebas kayak gitu. Merdeka, ya, Ce?"

"Iya donk, kan Jin Dalam Botol. Ga usah gede2 rumahnya. Yg penting bisa selalu diandalkan saat ada yg perlu."

Apapun pilihan yg ada di dalam hidup ini, tentu saja kita bebas memilih. Kita bebas bermimpi.
Mimpiku sederhana sekali. Cuma ingin menjalani hidup ngga ribet, dan meninggal dengan damai tanpa beban duniawi yg ditinggalkan.
Kalau ramai yg bersedih karena kepergianku, ya. Anggep aja itu bonus.

Selasa, 20 Juni 2017

Kisah Mijond dan Nyonya Kaya

copyright by Michelle Jonny

Seorang teman mengatakan ada orang yg ngeFANS banget sama Mijond. Dia mau ketemu.
Dan seperti biasa, aku cuma menyarankan agar mengikuti tulisanku di FB saja. Karena aku bukan org yg menyenangkan utk ngobrol.

Gosip? Tidak. Mau tau urusan org? Tidak. Pendengar yg baik? Juga bukan.
Aku percaya Jodoh. Kalau sudah waktunya, kita akan bertemu juga. Entah di jalan, dimana saja (termasuk dalam mimpi) hahahahaha

Tapi karena jodoh (atau keinginan dia bertemu saya sangat kuat) akhirnya kami ketemu juga.
Si istri orang kaya yg tiap hari duduk di mobil mewah dengan kap terbuka ala ala BETMEN.
Rumahnya mewah, megah, pembantu ada dimana2. Setelah curhat, ternyata dia ngga bahagia.
😢😢😢😢😢

Menurut dia. Apa yg suaminya miliki hari ini memang dari tangan kosong. Awalnya ia hanya pialang saham, sekarang punya perusahaan sendiri. Keluarga mereka yg mewah, rasanya hampa karena tingkat individualismenya tinggi banget.
Suaminya sering marah2 di depan anak2 sehingga walau anak2 mau membela ibunya, mereka sadar itu bisa bikin ayahnya makin emosi. Akhirnya si anak lebih suka mengurung diri di kamar atau pergi sama teman2 (kecuali yg kecil - masih bisa diajak jalan2 sama Mamanya)

Menurutku, si ibu ini cantik banget dan wajahnya bening kayak porselen. Sekilas kayak usia 30 padahal sudah hampir 50. Meski ngga punya FB, tapi di instagram, fotonya ngalah2in ABG - apalagi saya yg ga ada seujung kukunya. 😂😂😂😂😂😂
Tapi suaminya jarang 'nyentuh' dia. Padahal dia merasa masih sangat cinta sama si suami. Makanya dia ga mau cerai. Ia berharap mudah2an suatu hari suaminya sadar, katanya.

"Memang kadang apa yg kita banggakan dari seorang Pria bisa jadi hal yg sama yg menyakiti kita," kataku.
Pekerja keras baik, tapi kalau sampai lupa keluarga? Ngapain nikah?

"Ajarin saya meditasi, Miselle..," katanya dan segera saya bagi beberapa metode utk dicoba.
Saya juga katakan padanya yg beragama Nasrani, lakukanlah hal2 baik sesuai amanat dari kitab suci.
Seperti beramal, berpuasa, melayani sesama, dan menyayangi orangtua.

"Saya merasa hidup saya sia2," katanya.
"Orang lihat saya mewah, padahal saya ga bisa bahagia. Saya mencoba bersyukur dalam doa. Tapi mentok ke pertanyaan, 'apa sih yg mesti disyukuri'?" Kisahnya.

"Pikiran manusia itu kalau tidak dilatih, pasti larinya selalu ke negatif. Itu sudah dari sananya. Ibarat kata, ada orang yg mencari kacamata kemana2 tau2 ada di atas kepalanya. Ia bingung. Dunia terlihat buram dan dia ngga senang karena ngga bisa nonton, ngga bisa baca, ngga bisa nyetir.
Sampai ada yg bilang, itu loh kacamatamu ada di atas kepala," kataku.

"Coba cari pusat yg positif selain suamimu, dan ganti fokus kesana. Hal2 baik seperti membantu orang lain. Banyak org yg suaminya terlalu ngatur sampai tidak bisa merasa bebas. Kamu merasa dicuekin, tapi bahasa positifnya: diberi kebebasan.
Banyak org yg mau berbuat baik, ga punya waktu, tenaga dan uang.
Kamu punya segalanya. Kenapa ngga dimanfaatkan? Apa bisa ini semua dibawa mati?
Banyak org yg anak2nya terkena jeratan narkoba. Anakmu tidak. Padahal bisa2 aja beli dan ikut2an.
Kan mesti disyukuri. Terutama kamu cantik dan sehat. Apalagi?"

Ingin saya berkata, 'situ sering copas caption2 bijak di instagram di bawah foto2 cetar. Kenapa ga diaplikasikan?' 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂

Sampai cerita ini diturunkan, kami sudah jadi sahabat sekitar 6 bulanan.
Banyak momen yg dia share sekarang berupa foto2 kemanusiaan dan pelayanan.
Ia juga rutin meditasi dan yoga, untungnya anak perempuannya yg besar mau ikut pola hidup mamanya juga. Bahkan si anak tanya, "Cici Micel, klo ada kegiatan ngajar anak2 gak mampu, aku mau ikut juga, ya," katanya dan segera kuiyakan.

Waktu, tenaga, dan kesehatan adalah kekayaan sesungguhnya.
Aku turut senang mereka akhirnya menemukan kebahagiaan.
Ternyata tujuan kita adalah BAHAGIA dan orang2 sering salah kaprah.

Bila waktu, tenaga, dan kesehatan bisa kita tukar dengan memberi kebahagiaan pada orang lain (tanpa mengorbankan kebahagiaan diri sendiri) artinya kita sudah kaya raya!
Lebih beruntung dari mereka yg tidur di rumah mewah tapi ga enak makan, ga enak tidur.
Enak makan, enak tidur, sebelum mati yg diwariskan adalah ilmu dan kebijaksanaan. Itulah yg diinginkan si ibu kaya.

Dan Mijond hanya mendengarkan kebahagiaan yg sekarang ia ceritakan.
- mari berdayakan waktu dan tenaga kita utk berbahagia -