Kamis, 03 Agustus 2017

humor 1

*Belajar Ikhlas ala Samin*

*Parjo* : Kang, sampeyan ngenehi duit wong ngemis mau?
*Samin* : Iyo.
*Parjo* : Sampeyan diapusi, wong sing ngemis kae mau asline sugih, sapine akeh...
*Samin* : Ngapusi iku dudu urusanku. Kuwi urusane dekne karo Gusti Alloh
==================

*Parjo* : Lho sendalmu endi kang? Kok cekeran?
*Samin* : Ilang.
*Parjo* : Ora mbok golek'i ... sopo sing nyolong?
*Samin* : Ora, aku biyen lahir yo ora sandalan.
===================

*Parjo* : Kang, sampeyan dirasani karo Joyo.
*Samin* : Ben wae.
*Parjo* : Sampeyan ora nesu
*Samin* : Lha saiki kowe yo ngrasani Joyo. Joyone yo ra nesu.
=================

*Parjo* : Kang, pitikmu dipangan asune Joyo.
*Samin* : Wes ben.
*Parjo* : Kok sampeyan biasa wae? Ora njaluk ganti?
*Samin* : Aku malah kaget nek pitikku sing mangan asune si Joyo.
==================

*Parjo* : Kang, wes mangan?
*Samin* : Durung.
*Parjo* : Mreneo tak wenehi duit.
*Samin* : Wegah. Aku ra doyan. Panganen dewe yen kowe doyan duit.
=================

*Parjo* : Kang, tanduranmu rusak dipangan weduse Joyo.
*Samin* : Ben wae. Untung doyane tanduran. Yen weduse doyan papan, malah omahku sing dipangan.
==================

*Parjo* : Kang, kowe ki ket mau mlaku ngalor ngidul..... ora jelas?
*Samin* : Lha yo kuwi. Nek jelas, mesthi aku mlaku ngalor thok opo ngidul thok.
===================

*Parjo* : Kang, klambi sing tok pepe dicolong uwong.
*Samin* : Ben. Wong salahku dewe, aku mepe klambi tak pamer2ke ning njobo.
==================

*Parjo* : Kang, kok mung mlaku? Lha jaran sing biasa tok tumpaki nang endi?
*Samin* : Ilang, alhamdulillah
*Parjo* : Kok malah alhamdulillah karo ngguya-ngguyu ki piye?
*Samin* : Lha untunge pas dicolong, aku ora pas numpak jaran, Nek pas tak tumpaki aku yo katut ilang to?.....
==================

*Parjo* : Kang, bayarane Joyo luweh gede timbang bayaranmu lho.
*Samin* : Ben.
*Parjo* : Kan ora adil.
*Samin* : Adil ora kudu podo. Kowe tak pakani katul podo karo pitik yo emoh to?
==================

*Parjo* : Kang, pelem-mu dicolong Joyo.
*Samin* : Ben.
*Parjo* : Kok ben?
*Samin* : Lha kowe kok iyik to? Biasane yen dicolong codot aku yo meneng wae kok....
===================

*Parjo* : Kang, jare wingi omahmu kelebon maling?
*Samin* : Iyo.
*Parjo* : Lho, kok iyo? Berarti sampeyan ngerti?
*Samin* : Ngerti. Tapi aku ngumpet mergo isin ra duwe barang sing apik sing iso dimaling....
==================

*Nek sanggup koyo Samin,  uripe bakal ayem tentrem.....*

Rabu, 02 Agustus 2017

nasehat 4

AKAL DAN UMUR

Kata para bijak: "Dewasanya akal itu tak selalu segaris lurus dengan dewasanya umur. Karenanya, jangan ukur kedewasaan berpikir dengan jumlah angka usia. Anda akan tertipu." Ya, benar. Ternyata kita jumpai banyak anak yang masih belia usianya namun dewasa berpikirnya. Begitu pula sebaliknya.

Biasanya, mereka yang senantiasa bertarung dengan masalah hidup pola pikirnya lebih dewasa dibandingkan umurnya. Sering kita jumpai seorang anak usia SMP yang tak lagi mau sekolah bukan karena malas, melainkan demi adiknya yang masih sekolah dasar agar bisa tetap sekolah. Sang kakak bekerja mencari uang. Sementara pamannya yang sudah tua berjuang merebut sepetak tanah milik anak itu agar bisa dikuasainya dfngan berbagai alasan. Dewasa yang manakah akalnya: anak kecil itu atau sang paman yang sudah tua?

Seorang tua usia meremehkan usul seorang anak kecil tentang tak perlunya polisi tidur di depan rumahnya dengan alasan   yang masuk akal. Rupanya usul itu dibantah mentah-mentah oleh orang tua itu yang otaknya tertutupi oleh awan emosi. Dengan mata mendelik orang tua itu berkata: "Anak kecil tahu apa. Jangan menasehati orang tua."

Anak kecil itu cuma tersenyum dan berkata lembut: "Bapak, maafkan saya. Bapak memang berusia lebih tua ketimbang saya. Tapi tolonglah ajari saya dengan menjawab pertanyaan saya, lebih tua mana  akal Bapak dan akal saya, kapan akal Bapak diciptakan, lebih dahulukah dengan diciptakannya akalku, dan apa ukurannya?"

Bapak itu bingung. Bagaimana tidak bingung, sementara dosen filsafatpun sampai botak tak mampu mencari tahu usia akal pikiran manusia. Ingin tahu jawabannya? Salam, AIM

penciptaan manusia

📚 Hadits Arba'in an-Nawawi
📃 Hadits ke-04:
"Proses Penciptaan Manusia dan Takdir yang Menyertainya"

Hadits :
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. [رواه البخاري ومسلم]

Terjemah :
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud radiallahuanhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga.

Shahih Bukhari no 3208, Shahih Muslim no 2643

sadar diri

Suatu hari aku tiba2 sadar sendiri..
Kenapa ya sebagai cewek, aku selalu memilih utk 'diperlakukan'
Mencari laki2 yg ;
Memperlakukanku dg baik
Memperlakukanku dg lembut
Memperlakukanku dg romantis
.
What if...
Sebenarnya mereka mereka punya potensi itu
Tapi mereka ngga tau harus gimana
.
Sama kayak aku, gak langsung tau kalau telor ceplok bisa gosong klo ga dibalik
Aku ga tau kalau aki kering beda sama aki basah
Aku putus asa kalau masak indomie, tapi rasanya jauhhhh dari "...seleraku"
.
Ketika cinta bertumbuh pada org yg (kupikir) tepat
Even kita cintaaaaa banget sama dia
Tetep aja kita ga tau apa yg ada di pikirannya agar kita terlihat 'benar'
Seriously, siapa yg mau disalahkan atau dimarahi atau dikomplain di dunia ini?
Hmmm... kalau gitu kenapa ngga balik jadi
- GIMANA kalau aku yg mulai duluan daripada NUNGGU -
.
Even anak TK, berusaha giat biar A B C ditulis rapi dan mewarnai ga keluar garis
Ga ada yg OTOMATIS di dunia ini
Apapun yg terlihat 'otomatis' sebenarnya 'terprogram'
.
Entah program dari akumulasi data (pengalaman) mereka sebelumnya
Atauuu program yg harus kita ciptakan (biasakan)
Humanly, kita semua adalah AI (artificial intelligence)
Apapun yg diserap otak, bisa kita kembangkan sendiri asal kita niat
.
Saat pertama pacaran sama Mas Jonny, balasannya cuma OK, SIP, YA
Setelah diprogram (dibiasakan) bisa tuh balas2 yg kayak gini
Ini bukan kebetulan 'menemukan org yg tepat'
Karena di awal. Dia jauh banget dari apa yg namanya - romantis -
.
But
I will always remember utk menekan NOMOR YG TEPAT supaya terhubung ke HASIL YG KUINGINKAN
Obviusly, complaining itu kayak menekan nomor yg salah dan kita ga bakal terhubung ke otaknya
Mereka bingung, kenapa ya, manusia ini selalu komplain, mengeluh?
.... atau nyinyir?
.
Just dial the right number
Trus tarik uang dari ATM
Kalau kamu masukin PIN yg salah?
Sampe kamu obrak abrik itu ATM, ga bakal keluar duitnya
Malah kamunya yg digerek satpam
.
Pertanyaan selanjutnya,
Kalau orangnya bukan si Masjon, apakah bisa tetep berubah?
Kurasa, pasti bisa!
Cuma kuncinya beda.. mungkin ada yg pake Kunci L, kunci T, kunci G
Tapi, di suatu tempat di seluruh dunia, pasti ada kunci yg pas buat membuka hati seseorang
Siapapun dia
Layak utk berbahagia..
.
😊😁😂
Di balik kesulitan, pasti ada pembelajaran
Di balik kesuksesan, pasti ada tumpukan kepahitan
Gak ada kesuksesan turunan yg akan berlangsung lama
Jika si penerus ngga tau cara menjaga hartanya
.
Orang yg tidak tau bagaimana cara membangun rumah
Bisa mati segera setelah rumahnya runtuh
Bukan karena dia tidak mau membangun kembali
Tapi karena dia menghabiskan waktu yg dimiliki
.
Menyalahkan bencana
Membuat pembenaran yg membuat orang tambah muak melihatnya
Itu memang ga ada baiknya
Tapi tetep aja ada yg melakukannya
.
Sadar diri adalah kunci kerendah hatian
Diri yg sadar adalah kunci kesabaran
Keduanya, bila digabungkan, adalah kunci keberhasilan
😊😊😊😊😊
sumber Michelle

Selasa, 01 Agustus 2017

parenting 2

Harga Mahal dari Sebuah Keantengan

Siapa yang anak balitanya anteeeng sekali jika berada di depan TV? HP? laptop? dan screen lainnya? Okey..hampir seluruhnya pasti menjawab "anak saya." Ya gak Buuuk? Paaak?

Namun, sadarkah kita bahwa ada harga mahal yang harus kita bayar dari sebuah keantengan tersebut?

"Yaaa..ga juga sih Mba, kan saya kasihnya film2 yg bermanfaat. Video dengerin orang ngaji. Games pengenalan Hijaiyah, warna, ABC, dan angka. Jadi insyaAllah bermanfaat. Ya kan, Mba?"

Alhamdulillah..bagi para orangtua yg telah memperhatikan KONTEN apa yg ditonton dan dimainkan anak2nya pd screen. Bagi yg belum memperhatikan konten, mari kita bertobat bersama-sama! Bukankah kadang kita berujar "kok anakku jadi suka mukul, ya?" atau "kok anakku jadi suka ngomong gitu sih?" Nahh..kalau memang lingkungan sekitarnya tak melakukan demikian, ada baiknya jika kita cek tontonan anak-anak kita. Jangan2 tontonan dari video/TV serta karakter gameslah yg menjadi 'guru' anak2 kita selama ini. 😓

Namun Paaak-Buuuk, jangan lupa utk tetap memperhatikan DURASI. Konten yg baik namun durasinya terlalu panjang pun akan memiliki efek negatif. AAP (American Academy of Pediatrics) menyarankan anak usia 2-5 tahun maksimal 1 jam/hari terpapar screen, inipun dengan pendampingan penuh orang dewasa. Bukan untuk keantengan agar ibuknye bebas masak atau jualan onlen. *ehh curcol 😜

Bapak-ibuk..banyak sekali di antara balita kita, terutama batita, yang akan menangis saat screennya kita ambil. Mengapa? Sebab usia batita belum mampu meregulasi dirinya sendiri dengan baik seperti orang dewasa. Jika telah asyik, mereka belum mampu mengontrol dirinya sendiri utk beralih ke aktivitas lainnya, sebab emosi dan pemikirannya belum matang. Inilah mengapa banyak ibu yg usia anaknya under 2y bertanya pd saya "Bagaimana ya Mba caranya melepas ketergantungan gadget pd anak? Soalnya anak saya kalau saya lihat HP pasti langsung minta dan tantrum kalau saya ambil." Jawaban saya sih sederhana aja "Coba Mba jangan perlihatkan HP sama sekali di depan anak 1y, Mba." Daan..bye bye tantrum deh saat ibunya benar-benar melakukan hal tersebut. 😅 Ada masanya anak-anak kita berkenalan dengan HP, InsyaAllah.

Selain menjadikan anak kecanduan, harga mahal yg harus dibayar dari keantengan ini ialah masalah sensori anak. Hal yg mungkin tak terlihat saat ini, namun bisa terjadi beberapa tahun kemudian. Anak-anak yg sedikit bergerak dan hanya duduk diam sepanjang hari dapat menimbulkan "masalah" di kemudian hari. Sejatinya, integrasi sensori seorang anak harus berkembang dengan baik. Ada 7 indra yang harus dikembangkan, distimulasi di masa kecil mereka, sejak mereka bayi. Yaitu: indra penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, peraba, juga indra vestibular dan proprioseptif. Integrasi sensori ini menjadi pondasi dasar bagi perkembangan kemampuan berikutnya.

Seorang guru di sebuah SD menyatakan bahwa muridnya sulit sekali untuk fokus. Tahukah? ternyata hal tersebut berkaitan dengan integrasi sensorinya yg tak optimal. Ia 'diterapi' dengan kegiatan berjalan di garis lurus, berjalan di titian, berjalan sambil membawa air, menuang air dari satu botol ke botol lainnya, dan kegiatan lain yg mampu meningkatkan fokus dan konsentrasinya. Sepele banget Mba kegiatannya? Iyesss..kelihatannya memang sepele. Namun ternyata, banyak "hikmah" dr kegiatan2 sepele tersebut, bukan? 😊

Ahh..Pak, Buk, bukankah dengan hanya bermain screen balita kita akan banyak DIAM? Duduuuk saja seharian di depan screen. Tak bersuara. Tak memperhatikan orang lain. Tak peduli sekitar. Tak ingat makan. Bahkan, dipanggilpun tak menoleh. Fokusnya hanya pd layar kaca yg ia lihat.

Adakah kita peduli dengan kesehatan matanya? Adakah kita peduli dengan keterampilan motoriknya? Dengan perkembangan sensorinya yg kelak akan berpengaruh dalam hidupnya? Adakah kita peduli dengan keterampilan sosialnya? Dengan empatinya pada orang lain dan sekitar?

Daan..bukankah sedari kecil kita seharusnya menanamkan pada si kecil bahwa waktu harus dipergunakan untuk hal-hal positif dan bermakna. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu. Jangan berlebih-lebihan.

Pak-Buk, memang benar saat ini zaman telah berkembang. Tak mungkin anak kita tak mengenal teknologi. Sebab, perkembangan teknologi pun memiliki banyak manfaat bagi manusia. Yang sama-sama perlu kita renungkan kembali ialah dampak positif dan negatifnya pd anak-anak kita. Seberapa besar manfaat yg anak-anak kita dapatkan saat mereka berada bersama screen? Jangan sampai mudhorotnya lbh banyak drpd manfaatnya.

Jangan sampai keantengan mereka membuat kita rugi di masa depan. Jangan sampai keantengan tersebut hanya karena kemalasan kita utk merapikan rumah saat mereka bermain yg lain. Jangan sampai keantengan mereka terjadi hanya karena kekurangaktifan kita mengasuh dan mendidik mereka. Tak berupaya sungguh-sungguh untuk memberikan variasi kegiatan yg mampu menstimulasi tiap aspek perkembangan mereka.

Jika kita senantiasa meluruskan niat bahwasanya mendidik anak-anak ialah ibadah, insyaAllah akan lebih ikhlas dalam menjalaninya dan berupaya melakukan yg terbaik untuk mereka. Sekarang! sebelum terlambat. Mari, kita sama2 mengasuh dan mendidik anak2 kita dengan sabar dan sadar 😙

@juliasarahrangkuti

parenting 1

Buat ibu2 yg galak (saya trmsk yg kesentil nih)

*Pesan Ibu Elly Risman*
*Senior Psikolog UI, Konsultan Parenting Nasional*

*Inilah pesan untuk para Orangtua :*

Kalau Anda dititipi anak Presiden, kira-kira bagaimana mengasuh dan menjaganya ?

Beranikah Anda membentaknya sekali saja ?
Pasti enggak, kan ?

Nah, yang sekarang menitip bukan Presiden, tapi yang jauh lebih berkuasa dari Presiden, yaitu Allah.

Beranikah Anda membentak, memarahi, mencubit, menyentil, bahkan memukul ?

Jika Anda pernah melakukannya, kira-kira nanti di hari akhir, apa yang Anda jawab ketika ditanya Pemiliknya ?

*Jiwa anakmu lebih mahal* dari susu termahal yang ditumpahkannya.
*Jaga lisanmu,* duhai orangtua.
*Jangan pernah* engkau *memarahi* anakmu hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia *melakukan hal* yang menurutmu *salah.*

Anakmu tidak tahu kalau apa yang ia *lakukan adalah kesalahan.*
*Otaknya belum mempunyai konsep* itu.

*Jaga Jiwa Anakmu.*
Lihatlah *tatapan mata* anakmu yang *tidak berdosa* itu ketika *engkau marah-marah.*
Ia diam dan mencoba mencerna apa yang engkau katakan.
*Apakah ia mengerti ?*

Mungkin iya, tapi cobalah perhatikan apa yang ia lakukan.                        *setelah* engkau *pukul dan engkau marahi.*
Anakmu *tetap memelukmu*, masih ingin *engkau belai.*
Bukankah inilah tanda si anak *memaafkanmu ?*

Namun, jika engkau terus-menerus mengumbar kata-kata kasarmu kepadanya, *otak anakmu akan merekamnya* dan akhirnya, *cadangan ‘maaf’ di otaknya hilang.*

*Apa yang akan terjadi* selanjutnya, duhai orangtua ?
Anakmu akan *tumbuh menjadi anak yang ‘ganas’* dan ia pun akan *membencimu sedikit demi sedikit* hingga *tidak tahan* hidup bersamamu.

*Jiwa anak yang terluka itu akan mendendam.*
Pernahkah engkau *saksikan* anak-anak yang *‘malas’ *merawat orangtuanya ketika tua ?*
*Jangan salahkan* anak-anaknya.
*Cobalah memahami* apa yang sudah *dilakukan* oleh orangtua itu kepada anak-anaknya ketika mereka *masih kecil.*

Orangtua.., anakmu itu *bukan kaset* yang bisa kau rekam untuk *kata-kata kasarmu.*
Bersabarlah.
*Jagalah kata-katamu* agar anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah *contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya.*

Duhai orangtua, engkau pasti kesal kalau anakmu nakal.

Tapi pernahkan engkau *berpikir* bahwa kenakalannya mungkin adalah *efek rusaknya* jiwa anakmu karena *kesalahanmu...*
Kau *pukul & kau cubit anakmu* hanya karena melakukan *hal-hal sepele*.
Kau hina dina anakmu hanya karena ia *tidak mau melakukan* hal-hal yang engkau *perintahkan.*

Cobalah duduk dan *merenungi* apa saja *yang telah engkau lakukan* kepada anakmu.
Apakah engkau lebih sayang pada susu paling mahal yang tertumpah?
Anakmu pasti *menyadari* dan tahu ketika kemarahan itu *selalu hadir di depan matanya.*
*Jiwanya* pun menjadi memerah bagai bara api.
*Apa yang mungkin terjadi ketika jiwa anak sudah terusik ?*

Anak *tidak hormat* pada orangtua.
Anak *menjadi musuh* orangtua.
Anak *menjadi sumber kekesalan* orangtua.
Anak tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtua.
*Hal-hal inikah yang engkau inginkan, duhai orangtua ?*

*Ingatlah, jiwa anakmu lebih mahal* dari apa pun termahal yang ada di dunia
*Jaga lisan* dan *perlakukanmu* kepada anakmu.

👶👦👧👶👦👧👶👦👧 

Untuk saya dan bapak ibu semua..

Share buat para orang tua...☺🙏

Copas*

islam, iman, ihsan

📚 Hadits Arba'in an-Nawawi
📃 Hadits ke-02:
"Pengertian Islam, Iman, dan Ihsan"

Terjemah :
Dari Umar radhiyallahu 'anhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk di hadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam) seraya berkata, Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?, Maka bersabdalah Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam: Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu, kemudian dia berkata, anda benar. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: Beritahukan aku tentang Iman. Lalu beliau bersabda, Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk, kemudia dia berkata, anda benar. Kemudian dia berkata lagi: Beritahukan aku tentang ihsan. Lalu beliau bersabda, Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau. Kemudian dia berkata, Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya). Beliau bersabda, Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. Dia berkata, Beritahukan aku tentang tanda-tandanya, beliau bersabda, Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin lagi penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam) bertanya, Tahukah engkau siapa yang bertanya ?. Aku berkata, Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda, Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian.
Shahih Muslim no 8

Syarah :
1. Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa.

2. Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang–orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya.

3. Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata, “Saya tidak tahu“, dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.

4. Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia.

5. Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hamba-sahayanya.

6. Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya selama tidak dibutuhkan.

7. Di dalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala.

8. Di dalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu.
sumber joy